Sabtu, 14 April 2012

Laporan Praktikum Ekologi: Faktor-Faktor Lingkungan


Oleh

Nama : Khairul Aziz
NIM :  59461168
Kelas/ Smstr :  Biologi  A/ V
Kelompok :     IV
Asisten : Ali Imron dan Siti Aisyah




LABORATORIUM BIOLOGI
JURUSAN BIOLOGI - FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI
CIREBON
2011


FAKTOR-FAKTOR  LINGKUNGAN

I.       TUJUAN
Mempelajari perbedaan pertumbuhan atanaman yang disimpan di rumah kaca dengan tempat terbuka (factor lingkungan berbeda).

II.    DASAR TEORI
Pengertian lingkungan adalah tempat dimana suatu makhluk hidup hidup itu tumbuh dimana meliputi unsure-unsur penting seperti tanah, air dan udara. Lingkungan sendiri memiliki arti penting dalam kehidupan setiap makhluk hidup, misalnya lingkungan hutan dimana setiap tumbuhan dan hewan bias hidup dengan bebas untuk mencari makan, bias juga dengan lingkungan perkotaan dimana unsure bangunan sangat kental di dalamnya. Saat lingkungan rusak dan ekosistem hancur maka keseimbangan anatara kehidupan dan dengan kehidupan lainnya akan berubah, hal ini memeberikan dampak negative bagi setiap makhluk hidup yang ada disekitarnya.
Untuk mempelajari pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan organism, maka perlu dilakukan penggolongan factor-faktor lingkungan tersebut.
Factor-faktor lingkungan yang dapat digolongkan menjadi factor biotic dan abiotik. Factor lingkungan abiotik terdiri dari tanah, air udara-angin, cahaya, dan sebagainya. Sedangkan factor biotic terdiri atas organism hidup di luar lingkungan biotik (manusia, tumbuhan, hewan, mikroorganisme).

III.  BAHAN DAN ALAT
·         Bahan tanaman : biji jagung, kacang hijau.
·         Alat: pot plastic berisi tanah/ polibag, embrat.

IV.  PROSEDUR KERJA
·         Menyediakan beberapa pot plastic/ polibag yang sudah berisi tanah secukupnya.
·         Memilih biji jagung yang baik dan rendam dalam air selama 1 jam.
·         Menanam biji jagung pada pot plastic/ polibag, masing-masing dengan jumlah biji 2/4 tergantung ukuran pot plastic/ polibag dengan dua / tiga ulangn.
·         Menyimpan masing-masing pot di dalam rumah kaca dan pot lainnya dengan perlakuan jumlah biji yang di tanam sama di lingkungan luar rumah kaca (alam terbuka).
·         Pada pot yang dismpan di rumah kaca melakukan penyiraman setiap hari, sedangkan yang ditempat terbuka tidak perlu disiram(dibiarkan secara alami).
·         Melakukan pengamatan setiap hari sampai tanaman berumur 4 minggu dan ukur tinggi serta biomassa tanaman setelah 4 minggu pengamatan.
·         Setelah 4 minggu, tanaman tersebut ditimbang bobotnya (bobot basah dan kering) tanp[a akar.
·         Membandingkan bobot dan tinggi tanaman yang ditanam dirumah kaca dengan tanaman yang ditanam ditempat terbuka.
·         Mencatat data faktor lingkungan (temperature udara, RH, cahaya) yang ada dirumah kaca dan tempat terbuka (data sekunder).

V.    HASIL PENGAMATAN
Tertutup
Terbuka
Keterangan
Jagung 2      18,7 cm
Jagung 4      23,3  cm
k.hijau 2     21,5   cm
k. hijau 4    15,5   cm
Jagung 2      -   cm
Jagung 4     16 cm
k.hijau 2     18,5 cm
k. hijau 4    16,5 cm

Minggu 1
Jagung 2      30  cm
Jagung 4      29,8  cm
k.hijau 2     32   cm
k. hijau 4    29,75 cm
Jagung 2     -   cm
Jagung 4     32,5 cm
k.hijau 2     19,5  cm
k. hijau 4    23  cm

Minggu 2
Jagung 2      31  cm
Jagung 4     34,2 cm
k.hijau 2     34   cm
k. hijau 4    30,6   cm
Jagung 2      - cm
Jagung 4     -  cm
k.hijau 2     16  cm
k. hijau 4    28  cm

Minggu 3



VI.  PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini yaitu tentang faktor-faktor  lingkungan. Acara yang kita praktikumkan adalah pengaruh perbedaan lingkungan tempat tumbuh terhadap pertumbuhan tanaman. Adapun bahan dan alat yang kita gunakan dalam praktikum dinataranya : bahan tanaman : biji jagung, kacang hijau dan alat: pot plastic berisi tanah/ polibag, embrat.
Tanaman secara umum akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada kondisi lingkungan yang favourable (menguntungkan) sesuai dengan kebutuhan tanaman berdasarkan karakter sifat internal (genetik) dari tanaman tersebut sehingga dapat dikatakan bahwa keberhasilan suatu tanaman dalam melangsungkan aktifitas hidupnya sangat ditentukan oleh kelangsungan interaksi (saling mempengaruhi)  dari faktor eksternal (lingkungan) dan faktor internal (genetik). Tetapi perlu diketahui bahwa disisi lain kondisi lingkungan di berbagai permukaan bumi sangat bervariasi dan belum tentu sama antara lokasi yang satu dengan lokasi lainnya. Jangankan pada suatu lokasi berbeda terkadang pada satu lokasi yang samapun kondisi lingkungan bisa menjadi bervariasi dari waktu ke waktu, hal ini bisa saja terjadi karena adanya perubahan-perubahan secara ekologis.
Proses kehidupan tanaman pada dasarnya merupakan hasil interaksi antara faktor eksternal dan internal, faktor-faktor tersebut dapat dikatakan berpengaruh pada hampir seluruh tahapan proses kehidupan tanaman yang berawal dari perkecambahan, perkembangan, reproduksi sampai pada proses kematian tanaman.
Sebagai salah satu “mahluk hidup:” tanaman yang pada kondisi tidak menguntungkan (unfavourable) bagi kehidupannya akan mengalami gangguan-gangguan dan dalam reaksinya tanaman akan menampakan gejala-gejala yang sering kali tampak secara morfologis.  Secara umum akibat dari gangguan tersebut selalu berpengaruh pada terhambatnya proses pertumbuhan tanaman dan sering pula berakibat kematian pada tanaman tersebut.
Pada bahasan materi ini secara umum bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari begitu pentingnya faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kehidupan tanaman baik faktor lingkungan eksternal maupun internal.
Beberapa faktor lingkungan yang berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman ialah faktor tanah, suhu, dan cahaya.
            Tanah
Peranan tanah tergantung pada kondisi mineral organik, bahan organik tanah, organisme tanah, atmosfer tanah dan air tanah. Dalam hal ini tingkat kesuburan tanah (kimiawi, fisik, dan biologis) sangat menentukan pertumbuhan, perkembangan dan produksi tanaman.
Suhu
Suhu sebagai pengendali proses-proses fisik dan kimiawi yang selanjutnya akan mengendalikan reaksi biologi dalam tubuh tanaman. Misalnya suhu menentukan laju difusi dari gas dan zat cair dalam tanaman. Kecepatan reaksi kimia sangat dipengaruhi suhu, suhu makin tingg dalam batas tertentu reaksi makin cepat. Disamping itu suhu juga berpengaruh pada kestabilan sistem enzim.
Cahaya Matahari
Cahaya matahari sebagai sumber energi primer di muka bumi, sangat menentukan kehidupan dan produksi tanaman. Pengaruh cahaya tergantung mutu berdasarkan panjang gelombang (antara panjang gelombang 0,4 – 0,7 milimikron). Sebagai sumber energi  pengaruh cahaya ditentukan oleh intensitas cahaya maupun lama penyinaran (panjang hari). Reaksi cahaya dari tanaman (fotosintesis, fototropisme, dan fotoperiodisitas) didasarkan atas reaksi fotokimia yang dilaksanakan oleh sistem pigmen spesifik.
Setelah kita mengamati tanaman jagung dan kacang hijau selama 3 minggu, kita mendapatkan hasil atau data tanamannya. Tanaman pada tempat tertutup, pada minggu pertama: jagung 2 tingginya 18,7 cm, jagung 4 tingginya 23,2 cm, kacang hijau 2 tingginya 18,5 cm dan kacang hijau 4 tingginya 16,5 cm.  Pada minggu kedua : jagung 2 tingginya 30 cm, jagung 4 tingginya 29,8 cm, kacang hijau 2 tingginya 32 cm dan kacang hijau 4 tingginya 29,75 cm. pada minggu ketiga : jagung 2 tingginya 31 cm, jagung 4 tingginya 34,2 cm, kacang hijau 2 tingginya 33 cm dan kacang hijau 4 tingginya 35 cm. Tanaman pada tempat terbuka, pada minggu pertama: jagung 2 tingginya - cm, jagung 4 tingginya 16 cm, kacang hijau 2 tingginya 18,5 cm dan kacang hijau 4 tingginya 16,5 cm.  Pada minggu kedua : jagung 2 tingginya - cm, jagung 4 tingginya 32,5 cm, kacang hijau 2 tingginya 19,5 cm dan kacang hijau 4 tingginya 23 cm. pada minggu ketiga : jagung 2 tingginya mati, jagung 4 juga mati, kacang hijau 2 tingginya 16 cm dan kacang hijau 4 tingginya 28 cm.
Jadi, terjadinya pertumbuhan (tinggi)  tanaman kacang hijau dan jagung tersebut dipengaruhi oleh factor-faktor lingkungan. Adapun diantaranya factor-faktor lingkungan yang dapat digolongkan menjadi factor biotic dan abiotik. Factor lingkungan abiotik terdiri dari tanah, air, udara-angin, cahaya. Dari segi  tanah kalau ditempat terbuka kering sedangkan ditempat tertutup lembab. Air ditempat tertutup masih ada penyimpanan di dalam tanah sedangkan terbuka cepat habis. Udara-angin ditempat terbuka lebih kencang dibandingkan dengan yang ditempat tertutup. Dan yang terakhir cahaya, ditempat terbuka lebih panas dan ditempat tertutup tidak panas. Yang menguntungkan dalam rumah kaca (tertutup) yaitu diperkaya CO2 sementara di tempat terbuka tidak diperkaya CO2. Sementara Strain dan Cure menyusun Bibliographi literature mengenai pengayaan CO2 dan efeknya terhadap lingkungan dan tanaman yang lengkap. Dan hasil tanaman dalam rumah kaca (tertutup) dengan pengayaan CO2, dan terbukti hasil tanaman jagung dan kacang hijau tersebut meningkat dari pada jagung dan kacang hijau di tempat terbuka lebih rendah.
Dari factor diatas dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman jagung dan kacang hijau. Sedangkan factor biotic terdiri atas organisme hidup di luar lingkungan biotik (manusia, tumbuhan, hewan, mikroorganisme). Adapun dari factor manusia, tumbuhan, hewan, mikroorganisme ini bisa mempengaruhi pertumbuhan jagung dan kacang hijau. Contohnya hewan memakan tanaman jagung dan kacang hijau otomatis pertumbuhannya terhambat ataupun dari factor biotic lainnya.

VII.          KESIMPULAN
·         Praktikum kali ini yaitu tentang factor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan jagung dan kacang hijau.
·         Tempat pertumbuhan jagung dan kacang hijau dibagi 2 yaitu di tempat terbuka dan tertutup.
·         Pada tempat tertutup pertumbuhannya lebih cepat tetapi pucat sedangkan di tempat terbuka pertumbuhannya lambat.
·         Factor yang mempengaruhi pertumbuhan jagung dan kacang hijau dibagi 2 diantaranya factor biotic dan abiotik.
·         Factor abiotik terdiri dari tanah, air udara-angin, cahaya, dan sebagainya. Sedangkan factor biotic terdiri atas organisme hidup di luar lingkungan biotik (manusia, tumbuhan, hewan, mikroorganisme).


DAFTAR PUSTAKA

·         Campbell, Neil. A. 2001. “Biologi edisi ke-5 jilid ke-2”. Erlangga : Jakarta
·         Kimball, Jhohn. W. 1996. “Biologi edisi ke-5 jilid ke-2”. Erlangga : Jakarta
·         Yudhistira.2007.Sains Biologi.Jakarta:Ghalia Indonesia Printing
·         http://afriathinks.blogspot.com/2009/09/pengaruh-cahaya-terhadap-pertumbuhan.html
·         http://id.wikipedia.org/wiki/Kacang hijau
·         http://erireza21.wordpress.com/2011/03/06/pengaruh-cahaya-terhadap-pertumbuhan-tumbuhan-kacang-hijau/


Lembar pengesahan
Laporan praktikum            : Ekologi
Nama                                 : Khairul Aziz
Nim                                   : 59461168
Judul Praktikum                 : Faktor-Faktor  Lingkungan


Asisten praktikum




Ali Imran & Siti Aisyah

Praktian




Khairul Aziz
Dosen pengampu




Djohar Maknun S.Si M.Si
& Dr. Dewi Cahyani M.Pd

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar